Shunt Resistor Pada Proteksi Katodik

shunt test box

Shunt adalah resistor/tahanan yang sudah dikalibrasi sehingga mempunyai tingkat keakuratan yang tinggi dan dipasang pada sebuah rangkaian secara seri untuk mengukur besarnya arus listrik yang mengalir pada rangkaian tersebut. Shunt pada proteksi katodik digunakan untuk menentukan besaran arus yang keluar dari rectifier atau anode baik itu galvanic anode maupun impressed current anode. Dengan adanya shunt maka pengukuran menjadi lebih akurat, dapat dipercaya dan mudah dilakukan.

shunt rectifier

Gambar 1. Shunt Untuk Rectifer

Sumber : “Guideline for Field Installation of Corrosion Monitoring and Cathodic Protection System”, US Department of Interior, Desember 2012

shunt anode

Gambar 2. Shunt Untuk Anode

Sumber : “Guideline for Field Installation of Corrosion Monitoring and Cathodic Protection System”, US Department of Interior, Desember 2012

Dalam satu buah shunt terdapat informasi yang disebut dengan shunt rating (dalam satuan ampere dan millivolt), shunt value (dalam satuan ohm) dan shunt factor (dalam satuan A/mV).  Shunt rating ini digunakan dalam perhitungan untuk mendapatkan besaran arus yang mengalir. Sebagai contoh kita lihat sebuah shunt pabrikan berikut :

shunt test tation

Gambar 3. Informasi Shunt

Sumber : www.mcmiller.com

Pabrikan lain, yakni Holloway memproduksi berbagai jenis shunt dengan spesifikasi sesuai table berikut :

shunt table

Sumber : “Fundamental Course”, Manual Book Of Appalachian Underground Corrosion Short Course, West Virginia University, 2013

Shunt pada system impressed current terletak pada panel depan   rectifier dan di positive junction box ground bed. Shunt pada panel depan dipasang secara seri pada terminal output positive. Rating shunt pada rectifier harus lebih dari nilai rating arus keluaran dari rectifier. Sebagai contoh rating rectifier adalah 40 A, 35 Volt maka shunt yang terpasang minimal mempunyai rating 50 A, 100 mV.

Shunt yang terpasang pada positive junction box berguna untuk mendapatkan nilai keluaran arus masing-masing dari anode pada groundbed.

shunt ground bed

Gambar 4. Shunt yang dipasang di tiap anode pada groundbed Impressed Current

Sumber : “Guideline for Field Installation of Corrosion Monitoring and Cathodic Protection System”, US Department of Interior, Desember 2012

shunt panel depan

Gambar 5. Shunt pada panel depan rectifier

Sumber : “Guideline for Field Installation of Corrosion Monitoring and Cathodic Protection System”, US Department of Interior, Desember 2012

Sedangkan shunt pada Test station dipasang antara terminal galvanic anode dengan pipa. Seperti gambar berikut :

shunt test box

Gambar 6. Shunt pada Test station

Sumber : www.tinker-rasor.com

skema shunt

Gambar 7. Skema Pemasangan Shunt pada Test station

Sumber : Craig K. Meier, “Cathodic protection Use on Bottoms and Underground piping in power generation plant”.

Pengukuran arus yang keluar dari satu buah galvanic anode pada test station dapat diukur menggunakan dua metode yaitu menggunakan multimeter dan menggunakan shunt. Perbedaan pengukuran diantara keduanya adalah, jika multimeter langsung mendapatkan hasil dalam satuan ampere sedangkan dalam shunt yang didapat adalah dalam satuan millivolt, untuk mendapatkan besaran arusnya, maka perlu dimasukkan kedalam rumus hukum ohm ( I = V/R). Ilustrasi pengukuran seperti gambar berikut :

skema ukur1skema ukur2

Gambar 8. Metode pengukuran shunt

Sumber : “Fundamental Course”, Manual Book Of Appalachian Underground Corrosion Short Course, West Virginia University, 2013
Sumber : Craig K. Meier, “Cathodic protection Use on Bottoms and Underground piping in power generation plant”.

Dengan adanya shunt di test station maka akan bermanfaat sebagai pembanding hasil pengukuran arus  pada multimeter, sehingga diketahui multimeter tersebut masih akurat. Selain itu shunt juga berguna untuk melakukan pengukuran arus tanpa harus melepas koneksi antara terminal anode dan terminal pipa. Hal ini akan membuat pengukuran lebih praktis dan cepat, serta dapat meminimalkan risiko kemungkinan tidak tersambungnya terminal anode dan terminal pipa jika menggunakan kabel konektor dikarenakan sepatu kabel (cable scoon) yang sering bermasalah.  Perlu diperhatikan pula bahwa pengukuran shunt dilakukan pada baut kecil terdekat diantara kawat shunt, bukan pada baut terminal point.

Cara pengukuran shunt pada Rectifier sama dengan pengukuran shunt pada test station dengan ilustrasi sebagai berikut :

skema ukur3

Gambar 9. Metode pengukuran shunt

Sumber : W. Brian Holstbaum, “Cathodic Survey Procedures”, NACE International, Texas, 2009

Fungsi shunt pada rectifier selain sebagai pengukur keluaran arus rectifier adalah sebagai kalibrator untuk panel indicator ampere meter yang terdapat didepan rectifier. Jika terjadi penyimpangan yang signifikan maka perlu dilakukan pengecekan lebih jauh.

Saat melakukan pengukuran maka akan didapat nilai voltage drop negative, atau positive, ini menunjukkan arah arus yang mengalir. Jika tandanya adalah – (negative maka arus mengalir dari arah kabel negative ke kabel positif pada multimeter. Jika arah arus adalah positif, maka arus mengalir dari kabel positif ke kabel negative dari multimeter seperti yang diilustrasikan berikut :

arah arus

Gambar 10. Penunjukan Arah Arus pada Multimeter

Sumber : W. Brian Holstbaum, “Cathodic Survey Procedures”, NACE International, Texas, 2009

Cara perhitungan arus dengan menggunakan shunt Dapat menggunakan 3 cara, tergantung dari data yang tersedia sebagai berikut :

  1. Metode shunt ratio

Shunt ratio dapat dilihat dari shunt rating yang terdapat pada sebuah shunt. Kemudian arus dapat dihitung dengan rumus berikut :

shunt ratio1Dengan :

Ic = Nilai Arus yang mengalir

I1 = Rating ampere shunt

V1 = Rating voltase shunt

Vm = nilai voltase yang diukur

Sebagai contoh jika rating dari sebuah shunt kita ambil dari tabel diatas untuk merk holloway dengan tipe RS  yaitu 50 mV 5A, ini berarti bahwa shunt tersebut akan menghasilkan voltage drop sebesar 50 mV jika mengalir arus sebesar 5 A. oleh karena itu jika nilai voltage drop yang terukur adalah sebesar 15 mV, maka nilai arus yang mengalir dapat dihitung sebagai berikut :

shunt ratio2

  1. Metode factor kalibrasi shunt

Factor kalibrasi pada shunt biasanya diberikan oleh pabrik pembuat shunt, namun jika tidak maka dapat dihitung dari shunt rating dalam satuan ampere/millivolt.

kalibrasi faktor1Dengan :

CF = Faktor Kalibrasi shunt

I1 = Rating ampere shunt ( Ampere)

V1 = Rating voltase shunt (mili Volt)

Setelah itu arus yang mengalir dapat dihitung dengan mengalikan nilai voltage drop dengan factor kalibrasinya.

kalibrasi faktor2Sebagai contoh shunt dengan rating seperti diatas, maka nilai CF nya adalah :

kalibrasi faktor3Jika voltase dropnya sebesar 15 mV maka Nilai arus yang mengalir sebesar :

kalibrasi faktor4

  1. Metode tahanan shunt

biasanya di sebuah shunt, tercantum nilai tahanannya , seperti gambar berikut :

informasi shunt

Gambar 11. Informasi Shunt

Sumber : www.mcmiller.com

Maka nilai arus yang mengalir dapat langsung dihitung menggunakan hukum ohm :

tahanan shunt1

Dengan :

Ic = Nilai Arus yang mengalir

Vm = nilai voltase yang diukur

R = Tahanan shunt

Dalam gambar tertulis untuk nilai tahanannya sebesar 0.1 ohm, maka jika terjadi voltage drop sebesar 15 mV (0.015 V) maka arus yang mengalir dapat langsung dihitung dengan membagi voltage drop dengan tahanannya sebagai berikut :

tahanan shunt2

Dalam gambar shunt tersebut juga tertulis 2 A capacity maksudnya adalah, shunt tersebut maksimal dialiri arus 2 A. Jika arus yang mengalir lebih dari 2 A, maka dapat timbul panas yang berlebih yang dapat merubah nilai tahanan shunt secara permanen sehingga shunt tidak bisa digunakan lagi. . Oleh karena itu, pemilihan shunt harus memperhitungkan kemungkinan arus yang mengalir. Nilai kapasitas shunt untuk rectifier biasanya jauh lebih tinggi dibandingkan shunt untuk test station.  Dalam gambar diatas juga tertulis 1 A = 0.1 Vdrop (100 mV drop), berarti jika shunt tersebut dialiri arus sebesar 1 A maka akan timbul voltage drop sebesar 100 mV. Maka perhitungan dengan metode shunt rasio ataupun factor kalibrasi juga bisa dilakukan.

shunt rec2

Gambar 12. Shunt Rectifier

Sumber : http://www.nubielab.com/elektronika/shunt-resistor-the-brief-introduction

Shunt biasanya dipilih mempunyai tahanan rendah, untuk mengurangi voltage drop sehingga tidak mengganggu system. Sebaiknya pengukuran potensial pada test station atau pengukuran voltase pada rectifier tidak dilakukan pada shunt karena dapat menghasilkan error pada pengukuran.

Daftar Pustaka :

  1. “Guideline for Field Installation of Corrosion Monitoring and Cathodic Protection System”, US Department of Interior, Desember 2012
  2. mcmiller.com
  3. “Fundamental Course”, Manual Book Of Appalachian Underground Corrosion Short Course, West Virginia University, 2013
  4. tinker-rasor.com
  5. Craig K. Meier, “Cathodic protection Use on Bottoms and Underground piping in power generation plant”.
  6. Brian Holstbaum, “Cathodic Survey Procedures”, NACE International, Texas, 2009
  7. http://www.nubielab.com/elektronika/shunt-resistor-the-brief-introduction

 

Jual Reference Cell Mc Miller Copper-Copper Sulphate dan Spare partnya

IMG-20160730-WA0006

Kami menjual Mc Miller Reference cell jenis copper copper sulphate seri RE 5 C yang sudah umum digunakan di Indonesia.

DSC01565 halfcell referrence cell

Kami juga menyediakan sparepart untuk bagian yang sering rusak dari reference cell copper-copper sulphate anda yaitu bagian plug atau keramik yang memang berkontak langsung dengan tanah

DSC01563 DSC01564

Harga Reference cell Rp. 4.000.000 / buah

Harga Plug Assembly sebesar Rp. 1.800.000/buah

Gratis 2 pack Copper sulphate kristal untuk pembelian 2 buah Reference Cell

Pemesanan hubungi : Agus Ridwan -0812-2189-8327

 

JUAL MAGNESIUM ANODE STANDARD

iklan magnesium anode

JUAL MAGNESIUM ANODE GRADE A

BERAT 32 LB (14 KG)

POTENTIAL ANODE +/- (-1550 mV)

HARGA Rp. 2.500.000,-

STOK BANYAK

IMG-20160721-WA0005

Pemesanan  Hub :

Agus Ridwan  Telp/SMS/Whatsapp : 0812-2189-8327

Abiradia Telp/SMS : 0812-1343-1441

Kami berusaha menjaga kualitas galvanic anode yang kami jual, dengan memperhatikan hal berikut :

  1. Potential Anode +/- (-1550 mV)
  • Standard ISO 15589-1 tahun 2003 membatasi nilai potensial anode maksimal sebesar -1200 mV (off Potential) karena itu yang paling memungkinkan adalah menggunakan magnesium anode standard potential -1550 mV.
  • Meminimalisir risiko hidrogen attack. lihat artikel kami di http://www.corrosioncop.com/sistem-proteksi-katodik-penyebab-hidrogen-embrittlement/

2. Penyimpanan rapi terbungkus plastik untuk menghindari terkena percikan air

DSC01531

3. Kabel Anode double insulated sepanjang +/- 3 m sesuai untuk penanaman bawah tanah

DSC01532

DSC01541

4. Batang Magnesium anode halus dan tidak berpori – pori

5. Koneksi kabel pada magnesium terlindung dari masuknya air oleh resin

6. Kabel 1 x 6 mm2 6 core

DSC01536

Spesifikasi teknis adalah sebagai berikut :

composition

bentuk

 

BONUS : SETIAP PEMBELIAN 25 BUAH, GRATIS 1 BUAH

Jual 3M Scotchcast Resin Splicing Kits 82-A1, 82-A2, 82-A3

Scotchcast3M SCOTCHCAST 82- A1 PAKET LENGKAP

Harga : Rp. 300.000/buah

IMG-20160806-WA0014

3M SCOTCHCAST 82- A2 PAKET LENGKAP

Harga : Rp. 400.000/buah

IMG-20160806-WA0013

3M SCOTCHCAST 82- A3 PAKET LENGKAP

Harga : Rp. 800.000/buah

Sangat cocok dan mudah sekali untuk diaplikasikan oleh teknisi proteksi katodik. Digunakan untuk menyambung kabel dari anoda korban, kabel dari TR ke pipa yang putus, kabel dari Test station ke pipa dll. namun tidak direkomendasikan untuk melakukan penyambungan di kabel groundbed sistem Impressed current.

Pemesanan  Hub :

Agus Ridwan  Telp/SMS/Whatsapp : 0812-2189-8327

Abiradia Telp/SMS : 0812-1343-1441

Berikut cara penggunaannya

Jual Copper Sulphate Kristal

tampak semua

kristal

KINI TERSEDIA COPPER SULPHATE KRISTAL

KHUSUS UNTUK PENGUKURAN PROTEKSI KATODIK

HARGA PER BOTOL  RP 60.000

NETTO : 500 GRAM

PEMESANAN HUBUNGI :

AGUS RIDWAN SMS/WA/TELP : 0812-2189-8327

ABIRADIA SMS/TELP : 0812-1343-1441

Kesulitan teknisi proteksi katodik dalam penggantian larutan half cell adalah mencari copper sulphate dalam bentuk kristal kecil. Biasanya kristal copper sulphate dipasaran adalah berbentuk batu sebesar ukuran jempol sehingga harus dihancurkan terlebih dahulu.

Copper sulphate yang tidak disimpan dalam wadah yang tertutup rapat akan teroksidasi dengan udara bebas sehingga menyebabkan copper sulphate tidak lagi berwarna biru cerah, tapi sudah mulai berwarna hijau sehingga tidak cukup baik lagi untuk dibuat larutan.

Dalam MSDS copper sulphate sendiri disebutkan bahwa copper sulphate termasuk bahan yang korosif. Sehingga jika terkena tangan menyebabkan rasa gatal hingga iritasi. Jika copper sulphate ini tumpah ke rerumputan maka rumput akan mati.

Berangkat dari hal itu maka APOTIK ATODIK menyediakan copper sulphate berbentuk kristal yang siap untuk dilarutkan. Dengan media penyimpanan yang tertutup rapat dan kualitas copper sulphate yang sudah kami sesuaikan dengan kebutuhan teknisi proteksi katodik maka copper sulphate dari APOTIK KATODIK merupakan pilihan tepat untuk Half cell anda.

Berikut cara membuat larutan Copper Sulphate jenuh untuk Half cell anda :

  1. Buang larutan copper sulphate lama anda dari half cell ke dalam ember berisi sekitar 5 liter air bersih baru kemudian dapat anda buang ke alam.
  2. Bersihkan hal cell anda. jika copper rod sudah berkerak maka harus diamplas sampai bersih.
  3. Beli sebotol air mineral yang ukuran paling kecil atau sesuai dengan kebutuhan larutan copper sulphate untuk half cell anda.
  4. Masukkan air mineral ke dalam half cell sebanyak 95 % terisi.
  5. Sisa air mineral dalam botol dapat diminum habis.
  6. Tuang kembali air mineral yang ada di half cell ke dalam botol
  7. Masukkan dua sendok makan copper sulphate kristal ke dalam botol, lalu kocok
  8. Tambahkan tiap 2 sendok makan Copper sulphate kristal kedalam botol lalu kocok hingga terdapat endapan dibawah botol tanda larutan sudah jenuh
  9. Masukkan Setengah sendok makan Copper Sulphate kristal ke dalam half cell
  10. Masukkan larutan copper sulphate jenuh kedalam half cell
  11. Half cell siap digunakan

 

samping kanan samping kiri

Selamat Datang di Apotik Katodik

Assalamualaikum wr wb

Selamat datang di apotik katodik. Sepertinya nama ini agak terasa aneh ya, yang namanya apotik biasanya berjualan obat, namun tidak di apotik katodik. Disini adalah tempat untuk berjualan alat-alat pendukung proteksi katodik dan ajang untuk saling bertukar informasi mengenai dimana tempat pembelian dan pengalaman saat membeli peralatan proteksi katodik

Jika ingin berpartisipasi, bisa menghubungi admin website. terima kasih. Wassalamualaikum wr wb

 

Cara Mengukur Kualitas Anoda Magnesium

Dalam group Community of Practice Katodik, seseorang bertanya bagaimana mengetahui kualitas sebuah magnesium anode yang baru diterima? Selama ini memang kita biasa melakukan pengujian hanya dengan mengukur berat anode baik itu dengan dan tanpa backfill kemudian memasukkannya kedalam bak air untuk diukur nilai potensial anodenya. Selain pengetesan itu biasanya adalah kita melihat sertifikat yang dikeluarkan pabrik yang belum tentu dapat diyakini kebenarannya. Biasanya sebuah pabrikan juga hanya mengeluarkan sertifikat hanya untuk pembelian magnesium anode dalam jumlah banyak, sedangkan jika membeli hanya dalam jumlah sedikit maka tidak akan disertai dengan sertifikat. Pengujian menggunakan pihak ketiga atau laboratorium jarang bahkan belum pernah dilakukan, sedangkan pengujian dengan hanya menimbang berat magnesium anode tidak dapat menentukan adanya kerusakan internal casting, porosity, slag, dan kerusakan pada sisi bagian dalam anode. Pengujian secara benar terhadap sebuah magnesium anode perlu dilakukan terlebih dengan banyaknya anode yang dijual dipasaran tanpa adanya kontrol pihak ketiga. Terutama dengan magnesium anode jenis High Potensial.

Continue reading “Cara Mengukur Kualitas Anoda Magnesium” »

Metode Pengukuran Bebas IR Drop

Proteksi katodik coupon (CP Coupon) dapat digunakan sebagai salah satu teknik untuk mendapatkan nilai yang bebas dari IR drop. CP coupon adalah potongan logam kecil yang dihubungkan ke pipa melalui sebuah test box. Nilai potensial yang terdapat dalam coupon mempunyai nilai yang hampir mirip dengan nilai potensial pipa yang mengalami coating defect  didekat coupon tersebut. Dengan memutuskan hubungan coupon dengan struktur pipa, maka nilai potensial instant off dapat diperoleh dari coupon tanpa harus mengganggu atau memutuskan hubungan dari sumber listrik lainnya. Bagaimanapun penggunaan CP Coupon ini tidak benar-benar bebas dari IR drop. Pengaruh posisi antara Coupon dengan Reference Cell mempunyai nilai tahanan tanah. Karena itu semakin dekat reference Cell diletakkan dekat coupon, sangat membantu meminimalisasi IR drop. Namun jarak reference cell dengan coupon juga tidak boleh terlalu dekat, karena adanya pengaruh shielding dari coupon.

Continue reading “Metode Pengukuran Bebas IR Drop” »

Mengenal Coating (Bagian 1)

Coating adalah lapisan penutup yang diterapkan pada permukaan sebuah benda dengan tujuan dekoratif maupun untuk melindungi benda tersebut dari kontak langsung dengan lingkungan. Pada sebuah pipa, coating merupakan perlindungan pertama dari korosi. Coating ini diaplikasikan untuk struktur bawah tanah, transisi pipa yang keluar dari tanah menuju permukaan dan untuk struktur pipa diatas tanah.

Continue reading “Mengenal Coating (Bagian 1)” »