Cara Mengukur Kualitas Anoda Magnesium

Dalam group Community of Practice Katodik, seseorang bertanya bagaimana mengetahui kualitas sebuah magnesium anode yang baru diterima? Selama ini memang kita biasa melakukan pengujian hanya dengan mengukur berat anode baik itu dengan dan tanpa backfill kemudian memasukkannya kedalam bak air untuk diukur nilai potensial anodenya. Selain pengetesan itu biasanya adalah kita melihat sertifikat yang dikeluarkan pabrik yang belum tentu dapat diyakini kebenarannya. Biasanya sebuah pabrikan juga hanya mengeluarkan sertifikat hanya untuk pembelian magnesium anode dalam jumlah banyak, sedangkan jika membeli hanya dalam jumlah sedikit maka tidak akan disertai dengan sertifikat. Pengujian menggunakan pihak ketiga atau laboratorium jarang bahkan belum pernah dilakukan, sedangkan pengujian dengan hanya menimbang berat magnesium anode tidak dapat menentukan adanya kerusakan internal casting, porosity, slag, dan kerusakan pada sisi bagian dalam anode. Pengujian secara benar terhadap sebuah magnesium anode perlu dilakukan terlebih dengan banyaknya anode yang dijual dipasaran tanpa adanya kontrol pihak ketiga. Terutama dengan magnesium anode jenis High Potensial.

Continue reading “Cara Mengukur Kualitas Anoda Magnesium” »

Metode Pengukuran Bebas IR Drop

Proteksi katodik coupon (CP Coupon) dapat digunakan sebagai salah satu teknik untuk mendapatkan nilai yang bebas dari IR drop. CP coupon adalah potongan logam kecil yang dihubungkan ke pipa melalui sebuah test box. Nilai potensial yang terdapat dalam coupon mempunyai nilai yang hampir mirip dengan nilai potensial pipa yang mengalami coating defect  didekat coupon tersebut. Dengan memutuskan hubungan coupon dengan struktur pipa, maka nilai potensial instant off dapat diperoleh dari coupon tanpa harus mengganggu atau memutuskan hubungan dari sumber listrik lainnya. Bagaimanapun penggunaan CP Coupon ini tidak benar-benar bebas dari IR drop. Pengaruh posisi antara Coupon dengan Reference Cell mempunyai nilai tahanan tanah. Karena itu semakin dekat reference Cell diletakkan dekat coupon, sangat membantu meminimalisasi IR drop. Namun jarak reference cell dengan coupon juga tidak boleh terlalu dekat, karena adanya pengaruh shielding dari coupon.

Continue reading “Metode Pengukuran Bebas IR Drop” »

Mengenal Coating (Bagian 1)

Coating adalah lapisan penutup yang diterapkan pada permukaan sebuah benda dengan tujuan dekoratif maupun untuk melindungi benda tersebut dari kontak langsung dengan lingkungan. Pada sebuah pipa, coating merupakan perlindungan pertama dari korosi. Coating ini diaplikasikan untuk struktur bawah tanah, transisi pipa yang keluar dari tanah menuju permukaan dan untuk struktur pipa diatas tanah.

Continue reading “Mengenal Coating (Bagian 1)” »

Kriteria Proteksi Katodik ≤ -850mV Seharusnya Potensial Natural Pipa, Bukan Potensial Proteksi (Sebuah Ide)

Dalam sebuah pengambilan data potensial proteksi katodik anoda korban, setidaknya ada 4 data yang harus diambil, yaitu potensial proteksi pipa, potensial natural pipa, potensial anoda, dan arus anoda.

Continue reading “Kriteria Proteksi Katodik ≤ -850mV Seharusnya Potensial Natural Pipa, Bukan Potensial Proteksi (Sebuah Ide)” »

Prinsip Kerja Transformer Rectifier pada Proteksi Katodik

Sumber arus listrik yang digunakan untuk mengaktifkan system impressed current merupakan bagian yang sangat penting. Sumber listrik  bisa berasal dari DC source seperti aki, solar panel, generator angin dan lain-lain. Dan juga bisa berupa AC source yang berasal dari listrik PLN.

Sumber listrik AC yang paling mudah dan umum digunakan untuk system impressed current adalah Transformer rectifier. Transformer berfungsi untuk menurunkan voltase  AC  PLN sebesar 380 V atau 220 V menjadi voltase operasi yang dibutuhkan sedangkan rectifier berfungsi mengubah arus AC menjadi arus DC yang akan digunakan untuk proteksi katodik. Ada beberapa rectifier yang tidak mempunyai transformer tapi memanfaatkan solid state circuit untuk mengurangi power yang masuk. Jenis ini dinamakan switch mode rectifier.

Continue reading “Prinsip Kerja Transformer Rectifier pada Proteksi Katodik” »

Polarized Cell & Polarized Cell Replacement, Pengaman Induksi Magnetik Pipa di Bawah SUTET

Adanya induksi magnetik dari saluran udara tegangan eksta tinggi (SUTET) baik itu High voltage AC Transmission Line (HVAC) atau High Voltage DC Transmission Line (HVDC) menyebabkan 3 hal antara lain kejutan listrik tegangan tinggi, korosi pada pipa, dan kerusakan coating.

Continue reading “Polarized Cell & Polarized Cell Replacement, Pengaman Induksi Magnetik Pipa di Bawah SUTET” »

Seputar Kriteria Proteksi Katodik -850 mV

Kriteria potensial proteksi katodik -850 mV atau disebut juga on potensial sudah menjadi perdebatan bertahun – tahun antara para enjineer dan industriawan di bidang korosi. Kriteria ini terus berubah hingga akhirnya NACE mengeluarkan Standard Practice NACE SP 0169 pada tahun 2007 yang mengakomodir 3 nilai criteria potensial proteksi katodik. Kriteria itu antara lain sebagai berikut.

Continue reading “Seputar Kriteria Proteksi Katodik -850 mV” »

Sistem Proteksi Katodik Penyebab Hidrogen Embrittlement

Salah satu penyebab serangan hydrogen dan menyebabkan terjadinya perapuhan sebuah logam (embrittlement) adalah adanya sistem proteksi katodik sedangkan pipa yang tertanam dalam tanah atau pipa offshore wajib dilindungi oleh sistem proteksi katodik.

Sistem proteksi katodik adalah metode perlindungan logam dari korosi dengan cara menghilangkan beda potensial pada struktur mikroskopis logam dengan jalan membanjiri logam dengan electron. Dengan kata lain menjadikan sifat anoda pada sebuah  logam hilang dan menjadikan seluruh permukaan logam menjadi katoda.

Continue reading “Sistem Proteksi Katodik Penyebab Hidrogen Embrittlement” »

Spark Gap/Surge Arrester pada Insulating Joint

Ada satu komponen penting yang ternyata dipersyaratkan oleh banyak standard untuk dipasang di insulating joint ataupun di insulating flange namun tidak pernah saya lihat bentuknya di pipa distribusi, namanya adalah spark gap / surge arrester.

Spark gap adalah  suatu komponen elekronika yang terdiri dari dua elektrode (biasanya tembaga/emas) yang mana ada jarak diantara keduanya. Jarak antara kedua elektroda ini diisi oleh gas atau udara yang didesain khusus agar  percikan listrik dapat lewat diantara dua konduktor tersebut.

Continue reading “Spark Gap/Surge Arrester pada Insulating Joint” »